Ikan Yang Dulu Kemana?
Berangkat dari judul, saya akan bercerita sedikit saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD Serikembang) Kec.Muara Kuang, Kab Ogan Ilir. Ketika dimana masa-masanya suka bermain, yang tak sama dengan zaman sekarang mengingat fenomena gadget yang sangat mewabah. Dulu ketika masa saya masih kecil, permainan yang akrab di kehidupan saya dan teman-teman satu kampung, rata-rata permainan nya berdampingan dengan alam; seperti memancing, memasang bubu ikan (bengkirai dalam bahasa kampung saya) serta permainan yang jauh dari yang namanya tehknologi seperti yang sekarang.
Pada masa itu, populasi ikan sangatlah tidak terbatas. Dengan bermodalkan alat penangkap ikan tradisional, ikan sangatlah mudah didapat. Bahkan harga ikan pun sangatlah murah, bukan itu saja, untuk kebutuhan protein hewani sangatlah tercukupi sehinga menghasilkan anak-anak yang cukup cerdas dan pintar dari segi akademik maupun non akademik. Bahkan yang lebih memberikan manfaat yaitu menjadikan nelayan adalah pekerjaan yang sangat lumayan menjanjikan, sehingga dapat menyekolahkan anak ke tinggkat perguruan tinggi sekalipun.
Sepulang saya dari rantauan (cie yang merantau heheh), saya sempat mencoba menangkap ikan di sungai dengan cara memancing, pada saat yang bersamaan kondisi sungai sangat surut bahkan terkesan tidak mengalir akibat kemarau panjang. Sesuai judul di atas, untuk mendapatkan ikan butuh waktu yang tidak sebentar, bahkan mancing semalam suntuk pun ikan juga tak kunjung saya dapatkan. Saya pun tak berputus asa, saya terus mencoba dengan berbagai macam umpan dan akhirnya saya dapatkan juga ikan baung ukuran lumayan besar, bagi saya ini adalah ikan ukuran monster dengan bobot 1,7kg. Lihat gambar dibawah.
| Baung |
| Gambra agak buram dikarnakan kamera hp murah |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar